Di antara semua mineral esensial yang dibutuhkan tubuh zinc atau seng mungkin adalah yang paling serbaguna. Ia terlibat dalam lebih dari 300 enzim yang menjalankan berbagai fungsi vital dalam tubuh mulai dari sintesis protein dan DNA pembelahan sel pertumbuhan penyembuhan luka fungsi imun hingga kemampuan merasakan aroma dan rasa. Tanpa zinc yang cukup tubuh tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi fundamental ini secara optimal.
Meski kebutuhannya tidak terlalu besar dibandingkan mineral seperti kalsium atau magnesium zinc adalah nutrisi yang sangat penting dan kekurangannya bahkan yang ringan sekalipun bisa berdampak luas pada kesehatan secara keseluruhan.
Pilar Utama Sistem Imun
Zinc adalah nutrisi yang paling fundamental bagi fungsi sistem imun. Ia diperlukan untuk pengembangan dan aktivasi sel T limfosit yang merupakan pemain kunci dalam imunitas adaptif tubuh kita. Tanpa zinc yang cukup timus yaitu organ yang memproduksi dan mematangkan sel T tidak dapat berfungsi dengan baik.
Ketika kita sakit kebutuhan zinc meningkat karena sistem imun yang sedang aktif bekerja mengonsumsi zinc dalam jumlah lebih besar. Ini menjelaskan mengapa kadar zinc dalam darah sering turun selama infeksi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zinc yang dimulai dalam 24 jam pertama setelah gejala flu muncul dapat mempersingkat durasi flu secara signifikan. Zinc diyakini bekerja dengan cara menghambat replikasi rhinovirus penyebab flu umum.
Zinc dan Penyembuhan Luka
Zinc adalah nutrisi yang tidak bisa dinegosiasikan dalam proses penyembuhan luka. Setiap tahap penyembuhan mulai dari respons inflamasi awal rekrutmen sel imun sintesis kolagen hingga pembentukan jaringan baru membutuhkan zinc. Tidak mengherankan jika kekurangan zinc dikaitkan dengan penyembuhan luka yang lambat.
Di rumah sakit suplementasi zinc sering diberikan kepada pasien pasca operasi atau mereka dengan luka kronik untuk mempercepat pemulihan. Bahkan untuk luka kecil sehari-hari seperti lecet dan luka kecil zinc yang cukup dalam tubuh membuat proses penyembuhan berlangsung lebih cepat dan dengan risiko infeksi yang lebih kecil.
Peran dalam Kesehatan Kulit
Zinc memiliki beberapa mekanisme yang membuat kulitnya menjadi target penting. Pertama zinc berperan dalam regulasi produksi sebum cairan berminyak yang diproduksi kelenjar kulit. Produksi sebum berlebihan adalah salah satu faktor yang berkontribusi pada jerawat dan zinc membantu mengontrolnya. Kedua sifat antiinflamasi zinc membantu mengurangi kemerahan dan pembengkakan yang terkait dengan jerawat dan kondisi kulit inflamasi lainnya. Ketiga zinc menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes bakteri yang berperan dalam perkembangan jerawat.
Itulah mengapa zinc dalam berbagai bentuk termasuk zinc sulfat zinc glukonat dan zinc asetat sering digunakan baik dalam suplemen oral maupun produk perawatan kulit topikal untuk mengatasi jerawat. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan efektivitas zinc oral yang sebanding dengan antibiotik tertentu dalam mengurangi jerawat meski tanpa risiko resistensi antibiotik.
Zinc untuk Pertumbuhan dan Perkembangan
Zinc sangat penting untuk pertumbuhan normal selama masa kanak-kanak remaja dan kehamilan. Kekurangan zinc pada anak-anak dikaitkan dengan stunting yaitu gagal tumbuh yang ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usia. Ini menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang serius di negara-negara berkembang termasuk Indonesia di mana kekurangan zinc masih cukup umum terjadi pada anak-anak.
Pada ibu hamil kebutuhan zinc meningkat secara signifikan karena janin yang sedang berkembang membutuhkan zinc untuk pembelahan sel pembentukan organ dan perkembangan sistem imunnya. Kekurangan zinc selama kehamilan dikaitkan dengan berbagai komplikasi termasuk berat badan lahir rendah dan peningkatan risiko infeksi pada bayi baru lahir.
Pengaruh pada Indera Penciuman dan Pengecapan
Salah satu gejala kekurangan zinc yang paling khas adalah berkurangnya kemampuan merasakan aroma dan rasa. Zinc diperlukan untuk fungsi sel reseptor di hidung dan lidah yang mendeteksi aroma dan rasa. Kekurangan zinc bahkan yang ringan sekalipun bisa menyebabkan hypogeusia pengurangan kemampuan merasakan rasa dan hyposmia pengurangan kemampuan mencium aroma.
Fenomena serupa juga terjadi pada infeksi virus tertentu termasuk beberapa strain virus corona di mana kehilangan indera penciuman dan pengecapan dikaitkan dengan efek virus pada metabolism zinc lokal.
Sumber Zinc Terbaik dari Makanan
Tiram adalah sumber zinc dengan konsentrasi tertinggi di antara semua makanan yaitu mengandung hingga 74 mg zinc per 100 gram atau lebih dari 600 persen kebutuhan harian. Daging merah terutama daging sapi dan domba adalah sumber zinc yang sangat kaya berikutnya. Kepiting dan lobster juga tinggi zinc. Kacang-kacangan biji-bijian dan legum seperti kacang hitam kacang merah dan buncis mengandung zinc meskipun dalam bentuk yang sedikit lebih sulit diserap karena kandungan fitat yang menghambat penyerapannya. Keju dan produk susu memberikan kontribusi zinc yang cukup signifikan dalam diet banyak orang.
Bioavailabilitas Zinc dari Sumber Nabati
Vegetarian dan vegan perlu memberikan perhatian lebih pada zinc karena zinc dari sumber nabati memiliki bioavailabilitas yang lebih rendah dibandingkan dari sumber hewani. Fitat yang terdapat dalam biji-bijian dan kacang-kacangan mengikat zinc dan mengurangi penyerapannya di usus. Merendam kacang-kacangan semalaman sebelum dimasak atau mengonsumsi makanan yang difermentasi seperti tempe dapat secara signifikan meningkatkan penyerapan zinc dari sumber nabati ini.
Kebutuhan Harian dan Tanda Kekurangan
Kebutuhan zinc harian untuk pria dewasa adalah sekitar 11 mg dan untuk wanita dewasa sekitar 8 mg. Tanda-tanda kekurangan zinc yang umum meliputi sering sakit-sakitan atau lambat pulih dari infeksi penyembuhan luka yang lebih lambat dari biasanya jerawat atau masalah kulit yang persisten perubahan pada kemampuan mencium aroma atau merasakan makanan rambut rontok berlebihan gangguan pertumbuhan pada anak-anak dan nafsu makan yang menurun. Jika beberapa gejala ini muncul bersamaan terutama pada orang dengan pola makan yang terbatas konsultasi dengan tenaga kesehatan dan pemeriksaan status zinc bisa menjadi langkah yang bijak.